Archives

now browsing by author

 

Door to door Ala RSZ Assyifa’

IMG-20180612-WA0001

IMG-20180612-WA0000BABAT SUPAT – Kegiatan sosial baik berupa pembagian sembako, pemberian santunan, pengobatan gratis, maupun donor darah dan khitanan merupakan kegiatan rutin Rumah Sosial dan Zakat Assyifa’.

Pada Bulan Ramadhan RSZ Assyifa’  sebulan penuh mengadakaan berbagai kegiatan sosial di berbagai  diwilayah MUBA yang dikoordinir oleh pengurus-pengurus Cabang RSZ. Assyifa’ diantaranya sebagai mana yang dilaksanakan diwilayah kec. Babat supat. RSZ. Assyifa’ Cab. Kec. Babat Supat mengadakan door to door pembagian sembako dan buka puasa bareng dirumah-rumah masyarakat.

Acara pembagian sembako dan buka puasa bareng ini memang diadakan berbeda dari biasanya karena sembako diantar lansung  kerumah masyarakat dhuafa’ dan team RSZ Asyifa’ juga membawa menu berbuka puasa secukupnya untuk berbuka puasa bersama dhuafa’ langsung di kediaman mereka sehingga tidak membebani tuan rumah atau si dhuafa’.

“Dengan cara ini diharapkan rasa kekeluarga lebih terasa serta penerima sembako tidak butuh antri dan berdesak-desakan sebagai mana biasanya, insya Allah program-program seperti ini akan kami terus kembangkan kedepannya agar penerima manfaat lebih banyak (ujar Ayatullah komaini Ketua cabang RSZ. Babat Supat dan juga Kepala Desa Sukamaju).

Program sosial door to door ini sangat disambut baik oleh masyarakat karena sangat bermanfaat dan lebih terasa kekeluargaannya. sebagai mana yang dirasakan oleh bapak sahar warga desa sukamaju.IMG-20180612-WA0001

“Terimakasih Assyifa’ karena sudah peduli kepada kami orang yang tidak mampu, semoga terus berjaya” ujar Sahar warga Rt 09 Desa Sukamaju.

4 Tahun Berdiri, SDIT Asy-Syifa’ Wisuda Tahfiz Qur’an

20180607_085757

Wajah bahagia ditunjukan oleh 6 orang penghafal Qur’an Angkatan 1 SDIT Asy-Syifa’  yang menjadi wisudawan Tahfiz Qur’an 1 Juz mereka adalah Ziyatussyfa Fajri, Namiah Nazili Ilham, Candra Saputra,Farel Ahmad Ramadhan, Rivai Ramzi Pasha, Muhammad Arifin.

Dengan langkah yang pasti dan mimik muka yang ceria,mereka maju kedepan kerumunan dewan quru, seluruh murid SDIT Asy-Syifa’ dan para wali dan orang tua murid dari kelas 1  kelas 5 untuk menerima sertifikat penghargaan, Mendali, hadiah dan uang THR untuk lebaran atas prestasi  mereka.

Alhamdulillah memasuki tahun ke empat berdirinya SDIT Asy-Syifa’ bisa menghasilkn 6 orang  penghafal qur’an dan insya Allah diawal tahun 2018 ini  jumlah siswa yang menyelesaikan hafalan nya semakin bertambah  baik tahfiz 1 JUZ maupun yang 2 JIMG-20180607-WA0038IMG-20180607-WA0036UZ dan kita terus berupaya memperbaiki metode pembelajaran dan kualitas lulusan kita, demikian di jelaskan oleh M. Teguh Pajeri, Kepala sekolah SDIT ASY- SYIFA’.

Alhamdulillah..anak saya M. Arifin bisa hafal qur’an padahal ketika dirumah kelihatannya biasa-biasa saja. saya sangat terkejut dan bangga mendegar informasi ia bisa hafal qur’an, saya dan keluarga sangat mengucapkkan termikasih kepada semua guru di SDIT Asy-Syifa’ karena kami angap sangat luar biasa sampai-sampai M.Arifin bisa hafal Qur’an.( Ujar Bpk Asnsori ortu M. Arifin sambil terharu ia bercerita)

Program tahfiz Qur’an merupakan salah satu program unggulan yang diterapkan di SDIT Asy-Syifa’, dalam rangka menyiapkan  generasi yang berkualitas, berakhlaq dan unggul dimasa mendatang. (Adli£)

 

 

 

 

 

 

 

TEBAR CELENGAN GS3, UNTUK TINGKATKAN KESADARAN BERINFAQ’

1000

MUBA, berinfaq tidak harus menunggu kaya atau berlaku untuk orang kaya saja, akan tetapi berinfaq juga bisa dilakukan oleh orang-orang yang berekonomi rendah asalkan mempunya niat yang sungguh-sungguh. Dalam rangka menumbuhkan kesadaran masyarakat pentingnya berinfaq sesuai kemampuan masing-masing. Relawan RSZ. Assyifa’ cabang Babat Supat dan Sungai lilin MUBA, membuat program door to door kerumah-rumah warga untuk membagikan celengan Gerakan Sedekah Seribu Seminggu (GS3).(26/05/16). Read More…

Tebar Voucher THR Assyifa’ Untuk Yatim dan Fakir

2

1 copyMinggu, 3 Juni 2018 , Ada hal yang berbeda di musholah Assyifa’ yang berada di kawasan Islam terpadu Assyifa’ (SDIT Asy-syifa’), Anak-anak dari usia dini sampai orang dewasa berbondong-bondong menuju musholah Asyifa’, ada yang berjalan kaki, mengunakan ojek, bentor dan lainnya. Minggu (3/06/2018).

Mereka semua tanpa gembira berkumpul di Musholah Assyifa’, maklum pada hari ini RSZ Asyifa’ Bayung Lencir MUBA seperti tahun-tahun sebelumnya mengadakan kegiatan Pembagian THR kepada 70 Orang Yatim dan Fakir  khusus Marbot Masjid/Mushol sebanyak 15 Orang. Sebagian besar mereka berasal dari wilayah-wilayah transmigrasi yang cukup jauh dari pusat kecamatan Bayung Lencir Musi Banyuasin. Misalnya saja dari wilayah selaroh membutuhkan jarak tempuh lebih kurang 2-3 Jam perjalan jika jalan sedang bagus (tidak hujan).

Pembagian THR ini cukup unik karena anak-anak yatim tidak diberikan uang akan tetapi diberikan VOUCHER belanja sesuka mereka baik berupa baju Lebaran, baju sekolah, sepatu, tas ataupun sendal di toko-toko yang telah berkerjasam dengan RSZ. Assyifa’ MUBA di kecamatan Bayung Lencir sampai dengan hari raya idul fitri, sehingga diharapkan anak-anak yatim merasa gembira karena bisa memiliki barang sesuai dengan keinginan mereka untuk lebaran. sedangkan untuk orang dewasa atau fakir diberikan uang tunai.

“Ini merupakan agenda rutin tahunan dari Rumah Sosial dan Zakat Yayasan Assyifa’ Muba, dimana THR tersebut bertema THR Untuk Yatim dan Fakir, tujuannya yakni berbagi kebahagiaan di akhir Ramadhan ini” ujar M Teguh Fajeri Direktur RSZ Assyifa.

Rudi (9 th) sambil tersenyum dan malu-malu mengucapkan rasa syukur dan terimakasinya karena telah mendapat THR dari RSZ Assyifa’, “Alhamdulillah saya dapat THR,  besok lebaran saya punya baju dan sendal baru” .

23RSZ. Assyifa’  MUBA masih membuka kesempatan untuk para dermawan yang ingin ikut dalam program THR ini, sampai dengan hari raya Idul fitri karena masih banyak Yatim dan Fakir belum mendapatkan hak mereka dari harta kita semua. (adli)

Renungan Buat Sang Pendidik Dari Kisah Nyata Seorang Guru

(Dari kisah nyata seorang guru.)

Di suatu madrasah ibtidaiyah, ada seorang guru yang selalu tulus mengajar dan selalu berusaha dengan sungguh-sungguh membuat suasana kelas yang baik untuk murid-muridnya.

Ketika guru itu menjadi wali kelas 5, seorang anak–salah satu murid di kelasnya– selalu berpakaian kotor dan acak-acakan. Anak ini malas, sering terlambat dan selalu mengantuk di kelas. Ketika semua murid yang lain mengacungkan tangan untuk menjawab kuis atau mengeluarkan pendapat, anak ini tak pernah sekalipun mengacungkan tangannya.

Guru itu mencoba berusaha, tapi ternyata tak pernah bisa menyukai anak ini. Dan entah sejak kapan, guru itu pun menjadi benci dan antipati terhadap anak ini. Di raport tengah semester, guru itu pun menulis apa adanya mengenai keburukan anak ini.

Suatu hari, tanpa disengaja, guru itu melihat catatan raport anak ini pada saat kelas 1. Di sana tertulis: “Ceria, menyukai teman-temannya, ramah, bisa mengikuti pelajaran dengan baik, masa depannya penuh harapan,”

“..Ini pasti salah, ini pasti catatan raport anak lain….,” pikir guru itu sambil melanjutkan melihat catatan berikutnya raport anak ini.

Di catatan raport kelas 2 tertulis, “Kadang-kadang terlambat karena harus merawat ibunya yang sakit-sakitan,”

Di kelas 3 semester awal, “Sakit ibunya nampaknya semakin parah, mungkin terlalu letih merawat, jadi sering mengantuk di kelas,”

Di kelas 3 semester akhir, “Ibunya meninggal, anak ini sangat sedih terpukul dan kehilangan harapan,”

Di catatan raport kelas 4 tertulis, “Ayahnya seperti kehilangan semangat hidup, kadang-kadang melakukan tindakan kekerasan kepada anak ini,”

Terhentak guru itu oleh rasa pilu yang tiba-tiba menyesakkan dada. Dan tanpa disadari diapun meneteskan air mata, dia mencap memberi label anak ini sebagai pemalas, padahal si anak tengah berjuang bertahan dari nestapa yang begitu dalam…
Terbukalah mata dan hati guru itu. Selesai jam sekolah, guru itu menyapa si anak:
“Bu guru kerja sampai sore di sekolah, bagaimana kalau kamu juga belajar mengejar ketinggalan, kalau ada yang gak ngerti nanti Ibu ajarin,”

Untuk pertama kalinya si anak memberikan senyum di wajahnya.

Sejak saat itu, si anak belajar dengan sungguh-sungguh, prepare dan review dia lakukan di bangkunya di kelasnya.

Guru itu merasakan kebahagian yang tak terkira ketika si anak untuk pertama kalinya mengacungkan tanganya di kelas. Kepercayaan diri si anak kini mulai tumbuh lagi.

Di Kelas 6, guru itu tidak menjadi wali kelas si anak.

Ketika kelulusan tiba, guru itu mendapat selembar kartu dari si anak, di sana tertulis. “Bu guru baik sekali seperti Bunda, Bu guru adalah guru terbaik yang pernah aku temui.”

Enam tahun kemudian, kembali guru itu mendapat sebuah kartu pos dari si anak. Di sana tertulis, “Besok hari kelulusan SMA, Saya sangat bahagia mendapat wali kelas seperti Bu Guru waktu kelas 5 MI. Karena Bu Guru lah, saya bisa kembali belajar dan bersyukur saya mendapat beasiswa sekarang untuk melanjutkan sekolah ke kedokteran.”

Sepuluh tahun berlalu, kembali guru itu mendapatkan sebuah kartu. Di sana tertulis, “Saya menjadi dokter yang mengerti rasa syukur dan mengerti rasa sakit. Saya mengerti rasa syukur karena bertemu dengan Ibu guru dan saya mengerti rasa sakit karena saya pernah dipukul ayah,”

Kartu pos itu diakhiri dengan kalimat, “Saya selalu ingat Ibu guru saya waktu kelas 5. Bu guru seperti dikirim Tuhan untuk menyelamatkan saya ketika saya sedang jatuh waktu itu. Saya sekarang sudah dewasa dan bersyukur bisa sampai menjadi seorang dokter. Tetapi guru terbaik saya adalah guru wali kelas ketika saya kelas 5 MI.”

Setahun kemudian, yang datang adalah surat undangan, di sana tertulis satu baris,

“Mohon duduk di kursi Bunda di pernikahan saya,”

Guru pun tak kuasa menahan tangis haru dan bahagia
——-‘—-

Kalau hati bapak ibu bergetar membaca cerita ini,boleh bapak ibu share ke semua orang terutama kepada guru/pendidik….karena keikhlasan mampu menggetarkan dunia……

Semoga bermanfaat.

BINA UMAT LEWAT PENGAJIAN RUTIN

pengajian rutinWWW.ASSYIFAMUBA.OR.ID. Banyaknya tantangan yang dihadapi khususnya di masa globalisasi dan modern seperti saat ini, dimana pertukaran budaya dan arus informasi masuk dengan bebas tanpa tersaring.

Hal tersebut kemudian dapat menjadi masalah dikala masyarakat, khususnya para remaja menjadi sangat terpengaruh dengan berbagai budaya asing sehingga melupakan nilai-nilai Islami. Hal ini perlu menjadi perhatian dan juga merupakan tanggungjawab bersama. Hal ini disampaikan ketua Yayasan Assyifa MUBA saat secara pengajian rutin bulanan masyarakat binaan pengajian bulanan kelompok Pengajian Al-Huda Dusun Srimulyo, Bayung Lencir (26/06/14).

Kelompok pengajian Al-Huda juga secara rutin mengalang dana secara sukaralawan pada setiap pengajian untuk disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan lewat Rumah Sosial dan Zakat Assyifa. Read More…

BAKTI SOSIAL PERINGATAN HGN DAN HUT PGRI

syifa123

Bayung Lencir, Rumah sosial dan Zakat Assyifa berkerjasama dengan pengurus PGRI Cabang Bayung Lencir mengadakan BAKTI SOSIAL berupa Khitanan masal, donor darah dan pengobatan gratis.(25/11/17).

Alhamdulillah acara berjlan lancar meskipun masih banyak kekurangannya dan ini menjadi catatan untuk kegiatan yang serupa dimasa yang akan datang.

syifa123M. Teguh pajeri. mengatakan pada tahun sebelumnya HUT PGRI biasanya hanya dilakukan kegiatan upacara namun tahun ini dibuat berbeda karena ada kegiatan  baksosnya, selanjutnya apresiasi yang sangat tinggi  disampaikan kepada mitra tetap RSZ. Assyifa’ , Apotek Husanadan SDIT Assyifa serta pada donatur dalam kegiatan ini yaitu, RSUD Bayung Lencir, PT. Tately , PT. MAL, Shopie paris, FIG Group dan astra motor dan dukungan pulah oleh Bank SUMSEL BABEL, Puskesmas Bayung Lincir, KNPI, Ikatan Aumni PGRI PKL Gersik, BKPRMI, terakhir dan teristimewa diucapkan  terimakasih  kepada RSUD bayung Lencir yang telah membantu total dalam kegiatan Khitanan massal dan PMI kabupaten dengan mengirimkan team medis terbaiknya

Tingkatkan Mutu Siswa SDIT Asy- syifa’ Buat Program Guru Profesi

9

Dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan siswa-siswi dan mengenalkan profesi untuk mengarahkan atau mengasah cita-cita siswa SDIT Asy-Syifa’ Rutin mendatangkan Guru Profesi, guru Tamu.

Dimana  program guru profesi diantaranya diisi oleh Pak polisi, Pak Tentara, Guru dari Sekolah lain dan lainnya, sehingga diharapkan dengan didatangkan guru profesi dan guru tamu inni untuk mengajar dalam 1 hari di SDIT Asy-Syifa’ siswa-siswi bisa mengambil motivasi dan pelajaran yang berbeda dari gur-guru tersebut.

8

9

Assyifa’ Galang Dana Untuk Rohingnya

4

4Dalam rangka meringankan penderitaan masyarakat pengungsi Rohingnya yang sedang mengalami penindasan oleh pemerintah mereka sendi di negara Myanmar. Yayasan ASSYIFA’ mengalang dana untuk PEDULI MUSLIM ROHINGYA’ pengalangan dana ini diawali di internal lembaga-lembaga dibawah naungan Yayasan Assyifa’ dan masyarakat serta instansi-instansi mitra sinegri Yayasan assyifa’.

Sebagai mana yang dilaksanakan di SDIT asy-Syifa’ dan TK.Permata Bunda para murit sangat antusias untuk berbagi menyumbangan dana mereka untuk disalurkan ke masyarakat Rohingnya. kegiatan ini selain dalam langka kepedulian untuk meringankan penderitaan masyarakat rohingnya juga dalam rangka menumbuhkan kepedulian siswa-siswi atas penderiataan orang lain.

6

2

Masyarakat Desa Sukamaju Babat Supat adakan Pawai Hari Kemerdekaan RI

PAWAI KEMERDEKAANDalam rangka memerikan hari kemerdekaan Republik Indonesia yang ke 72 Tahun , Masyarakat dan pemerintah Desa Sukamaju mengadakan Pawai hari kemerdekan republik Indonesia di Jalan Lintas Timur Sumatra maupun di jalan-jalan Desa.

Dalam acara pawai Kemerdekaan ini Pemerintah desa dan Masyarakat Desa Sukamaju juga mengsosialisasikan ajakan untuk menjadikan Desa Sukamaju BERKAH, Diantaranya Desa Sukamaju yang bebas dari Bahaya Narkoba, Berjudi, Membakar Hutan, Gerakan Kemasjid, Gerakan Mengaji serta gerakan Bersedekah.

Kepala Desa Sukamaju Bpk. Ayatullah mengatakan selain ajakan tersebut pemerintah Desa Sukamaju akan berkerja semaksimal mungkin untuk mesejahterakan masyarakat lewat program-program yang berpihak kepada masyarakat serta akan menjaga amanah masyarakat sebaik mungkin serta menegaskan agar semua aparat Desa Sukamaju agar Melayani masyarakat sesuai aturan yang berlaku tanpa ada penyimpangan-PAWAIpenyimpangan.

Dalam acara pawai hari kemerdekaan ini Kepala desa Suka maju juga mengajak semua instansi/perusahan-perusahan yang ada diwilayah Desa Sukamaju untuk bersama-sama membuat program yang dapat menjadikan Desa sukamaju Berkah baik dari segi Dunia (materil) maupun dari segi Agamisnya.

PAWAIII IMG-20170815-WA0015

data management programs financial software development financial software development companies find ad blocker firm software flatforms online shop for e commerce forrester data management platforms free ad blocker for firefox free ad blocker for google chrome
buy essay essay writer write my essay writing paper custom essay writing help essays online paper writing service custom essay writing online order essay buy essay essay writer essay paper essay help essay writer australia essay writer online essay writer term papers for sale essay writing aussie essay writer buy term paper essay writing service
© 2019: As-syifa Muba | GREEN EYE Theme by: D5 Creation | Powered by: WordPress